RATATOTOK, MINAHASA TENGGARA Sektor pertambangan rakyat masih menjadi urat nadi utama bagi masyarakat di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara. Hingga saat ini, diperkirakan lebih dari separuh penduduk pribumi di wilayah tersebut menggantungkan kesejahteraan mereka pada kilauan logam mulia.
Hal ini ditegaskan oleh H. Marwan salah satu pembeli emas (pengepul) yang telah lama beroperasi di wilayah Ratatotok. Menurut pantauannya di lapangan, aktivitas pertambangan bukan sekadar pekerjaan sampingan, melainkan penggerak roda ekonomi yang paling dominan.
Dominasi Tenaga Kerja Lokal
Menurut H. Marwan, keterlibatan warga lokal dalam aktivitas pertambangan sangat masif. Ia memperkirakan sebagian besar populasi produktif turun langsung ke lokasi tambang.
Bisa dikatakan sekitar 60 persen masyarakat pribumi di sini bekerja sebagai penambang emas. Ini adalah sumber mata pencaharian utama yang menghidupkan pasar, toko-toko, dan jasa lainnya di Ratatotok," ujar H. Marwan saat ditemui di tempat usahanya.
Rantai Ekonomi dari Lubang ke Pasar
Sebagai pembeli emas tambang, H. Marwan melihat langsung bagaimana hasil bumi ini berdampak pada daya beli masyarakat. Ia menjelaskan bahwa ketika hasil tambang melimpah, transaksi ekonomi di kecamatan tersebut meningkat pesat.
Penyerap Tenaga Kerja Tambang rakyat mampu menyerap tenaga kerja lokal tanpa memandang latar belakang pendidikan formal yang tinggi.
Perputaran Uang Hasil penjualan emas dari penambang ke pembeli seperti H. Marwan langsung berputar kembali ke kebutuhan pokok, biaya pendidikan anak, hingga pembangunan rumah warga.
Tantangan ke Depan
Meski menjadi tumpuan ekonomi, para pelaku usaha dan penambang berharap adanya perhatian berkelanjutan mengenai regulasi dan keberlangsungan lingkungan. H. Marwan berharap agar sektor yang menghidupi mayoritas warga lokal ini tetap bisa berjalan dengan baik karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
Kecamatan Ratatotok sendiri memang dikenal sebagai daerah dengan sejarah pertambangan emas yang panjang di Sulawesi Utara, mulai dari skala perusahaan besar hingga pertambangan rakyat yang hingga kini masih menjadi primadona masyarakat setempat.
0 Komentar