RATATOTOK — Menghabiskan waktu akhir pekan tidak selalu harus di pusat kota atau tempat hiburan mahal.

 


Sekelompok pekerja bangunan yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang batu di Minahasa Tenggara memilih cara tersendiri untuk melepas penat setelah sepekan bekerja keras, yakni dengan membakar api unggun dan bermalam minggu di pesisir Pantai Ratatotok.sambil menikmati minum sarebba sama pisang goreng 


Angga, salah satu pekerja bangunan yang ikut dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa momen kumpul bersama rekan seprofesi ini menjadi sarana ampuh untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyegarkan pikiran dari rutinitas pekerjaan fisik yang berat.


“Setiap hari kami bergelut dengan semen, batu, dan debu proyek. Jadi, begitu masuk akhir pekan, kami sepakat untuk cari suasana baru yang tenang. Pantai Ratatotok jadi pilihan paling pas buat kumpul santai sambil menikmati suasana malam,” ujar Angga saat ditemui di lokasi, Sabtu malam.


Tiba di lokasi sejak Sabtu sore, rombongan langsung mendirikan tenda di sepanjang garis pantai. Suasana keakraban makin terasa saat malam tiba. Diiringi deburan ombak dan angin laut yang sepoi-sepoi, mereka menyalakan api unggun, memanggang ikan segar hasil tangkapan nelayan lokal, serta bernyanyi bersama.


Bagi Angga dan rekan-rekannya, Pantai Ratatotok menawarkan pesona alam yang memikat dengan garis pantai yang luas dan pemandangan laut yang asri. Akses yang terjangkau serta suasana pantai yang relatif tenang di malam hari menjadikan lokasi ini favorit warga lokal untuk berkemah.


Melalui kegiatan sederhana ini, Angga berharap kebersamaan dan kekompakan sesama rekan pekerja bangunan dapat terus terjaga, tidak hanya di lokasi proyek, tetapi juga dalam hubungan pertemanan sehari-hari.



0 Komentar